WahanaNews.co, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat peran industri kecil dan menengah (IKM) agar mampu naik kelas dan berkontribusi dalam rantai pasok nasional. Salah satu capaian terbaru terlihat dari keterlibatan IKM binaan Kemenperin dalam penyediaan perlengkapan haji tahun 2026 (1447 Hijriah).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, partisipasi IKM dalam pengadaan perlengkapan haji menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat industri dalam negeri sekaligus mengoptimalkan pasar domestik.
Baca Juga:
Gudang penampungan Minyak Ilegal Berkedok cucian Mobil. siapa D.S pemain besar BBM ilegal di kota jambi
“Pemerintah terus berupaya agar kebutuhan dalam negeri, termasuk penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, dapat dipenuhi oleh produk industri nasional. Ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan daya saing IKM sekaligus memperluas akses pasar,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/4).
Menurut Agus, ekosistem haji dan umrah memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Dengan jumlah penduduk muslim yang dominan serta kuota haji yang terus meningkat, peluang ini dinilai mampu memberikan nilai tambah signifikan bagi industri nasional.
Sebagai upaya konkret, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) aktif memfasilitasi akses pasar serta kemitraan berkelanjutan bagi IKM. Hasilnya, sebanyak 12 IKM binaan berhasil menjadi pemasok perlengkapan haji tahun 2026.
Baca Juga:
Wirausaha Industri Baru Tekan Kemiskinan Ekstrem dan Majukan Ekonomi Daerah
Capaian ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan business matching sektor industri pangan dan barang gunaan dengan HIPPINDO serta ekosistem haji dan umrah yang digelar pada Desember 2025. Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku IKM dengan berbagai offtaker, seperti perusahaan travel haji dan umrah, agregator, hingga perbankan syariah.
Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita mengungkapkan, dari kegiatan tersebut empat IKM berhasil menembus pasar sebagai pemasok perlengkapan haji.
“Produk IKM binaan kami, mulai dari batik, mukena, hingga kain ihram, telah menjadi bagian dari perlengkapan resmi jemaah haji Indonesia,” kata Reni.