WahanaNews.co | Larangan ekspor CPO cs telah ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) guna mendongkrak pasokan minyak goreng dalam negeri dan mengembalikan harga ke level normal.
Dengan terbitnya aturan ini, Malaysia sebagai pemroduksi minyak sawit terbesar kedua setelah Indonesia jelas diuntungkan.
Baca Juga:
Sejumlah Politikus Malaysia Diduga Terlibat Sekte Keagamaan Korea Selatan
Negara importir yang sebelumnya berlangganan sawit dari Indonesia kabarnya mulai mengalihkan permintaannya ke Malaysia.
Terkait hal ini, Negeri Jiran sangat optimis jika negaranya mampu memenuhi kebutuhan minyak sawit global yang pasokannya makin terbatas.
Dibukanya kembali perbatasan dan mulai berdatangannya buruh dari luar Malaysia dipercaya mampu membantu produksi minyak sawit di Malaysia.
Baca Juga:
Wilmar International Milik Robert Kuok Dihantam Dua Putusan Berat: Kasus Korupsi & Penipuan
Namun banyak ahli meragukan kemampuan Malaysia untuk menutupi kekosongan suplai minyak sawit global yang ditinggalkan Indonesia. Sebab, sepertiga dari pasokan sawit global berasal dari Indonesia.
Dikutip dari BERNAMA Sabtu (30/4/2022), Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia (MPIC) Datuk Zuraida Kamarudin berujar industri lokal bakal tancap gas menggenjot produksi minyak sawit.
Dalam pertemuan Post-pandemic Education Seminar Contribution dari Yayasan Margma yang berkolaborasi dengan MPIC, Zuraida menjelaskan pihaknya akan melanjutkan produksi minyak sawit biodiesel B20.