Beragam produk unggulan ditampilkan, mulai dari tuna segar dan beku, tuna loin, udang olahan, hingga produk perikanan bernilai tambah lainnya yang telah menembus pasar ekspor.
Ranitya menambahkan, sejumlah perusahaan Indonesia telah memulai penjajakan kerja sama dengan importir dan distributor AS, khususnya untuk komoditas udang, tuna, dan produk olahan.
Baca Juga:
KBRI Ottawa Fasilitasi Ekspor Produk UKM ke Kanada Senilai Rp 1,4 Miliar
Sementara itu, Duta Besar RI Indroyono menegaskan pentingnya kemitraan perdagangan yang berlandaskan keberlanjutan dan kepercayaan pasar.
“Partisipasi Indonesia dalam pameran ini menjadi sarana untuk menunjukkan komitmen terhadap praktik perikanan yang berkelanjutan, aman, dan dapat ditelusuri,” ujarnya.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya memperluas akses pasar produk perikanan Indonesia di tingkat global.
Baca Juga:
Wamendag Tinjau Harga Bapok di Pasar Mayestik Jelang Lebaran
Ia optimistis keikutsertaan Indonesia dalam SENA 2026 tidak hanya meningkatkan transaksi dagang, tetapi juga memperkuat citra produk seafood nasional sebagai produk yang berkualitas dan kompetitif.
Saat membuka Paviliun Indonesia, Bara Krishna Hasibuan menegaskan bahwa partisipasi dalam pameran ini merupakan momentum penting untuk memperkuat promosi produk perikanan nasional sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar internasional.
“Kehadiran Indonesia dalam SENA 2026 sangat penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok boga bahari global. Saat ini, Indonesia merupakan salah satu pemasok utama udang dan tuna ke pasar Amerika Serikat dan menempati peringkat ketiga eksportir ke negara tersebut,” kata Bara.