WahanaNews.co | Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Polandia Magdalena Rzeczkowska di Davos, Swiss membahas peningkatan kerja sama kedua negara, terutama di bidang keuangan dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik.
Bahlil mengapresiasi hubungan baik Indonesia dan Polandia yang terjalin selama ini. Menurut Meninves, kedua negara dapat berkolaborasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam masing-masing negara.
Baca Juga:
Kelulusan S3 Bahlil Lahadalia Ditangguhkan Universitas Indonesia
“Banyak peluang yang masih dapat ditingkatkan," ujar Bahlil lewat keterangan persnya, Sabtu (21/1/2023). Apalagi, saat ini Polandia merupakan produsen baterai listrik terbesar di Eropa.
Kedua menteri juga sepakat memfasilitasi upaya pemerintah Polandia mempromosikan penjualan surat berharga atau obligasinya. Selain itu membahas perihal dinamika terkait global minimum tax treaty (perjanjian pajak minimal global).
Magdalena menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Indonesia atas peluang kerja sama, terutama pada pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik. Menurut dia, pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik di Polandia pun didukung oleh perusahaan besar Asia.
Baca Juga:
Daftar Lengkap Pengurus DPP Partai Golkar Periode 2024–2029
“Kami berharap kerja sama ini dapat berlangsung lancar untuk jangka waktu yang panjang," kata Magdalena. Pihak Polandia mengaku siap membahas lebih lanjut kolaborasi pada pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Saat ini, investasi Polandia di Indonesia ada diurutan ke-46 dengan total realisasi sebesar USD0,024 juta. Ada tiga perusahaan asal Polandia dengan investasi terbesar di Indonesia.
Pertama, Toyo Seal Indonesia yang bergerak di bidang industri karet plastik. Kemudian Xanadu Operations Indonesia (hotel dan restoran), dan Family Members Group Indonesia (perdagangan dan reparasi).