Lebih detail, komoditas cabai merah menyumbang inflasi 0,15 persen, cabai rawit 0,04 persen dan bawang merah 0,09 persen.
Ketiga komoditas itu menyumbang inflasi karena mengalami kenaikan harga.
Baca Juga:
Inflasi Tahunan Kalimantan Timur Capai 3,20 Persen pada Juni 2026, BPS Laporkan Peningkatan
"Kenaikan harga itu disebabkan oleh faktor cuaca yang berpotensi menyebabkan gagal panen di beberapa sentra hortikultura," katanya.
Lebih lanjut, kelompok kedua yang mengalami inflasi tinggi, yakni transportasi sebesar 1,13 persen mtm dengan andil 0,14 persen.
Margo menuturkan, kenaikan inflasi transportasi disebabkan oleh kenaikan tarif angkutan udara yang mencapai 0,11 persen.
Baca Juga:
Surplus, Neraca Perdagangan Jabar Januari-Mei 2026 Sentuh USD11,31 Miliar
"Ini karena melonjaknya harga avtur sehingga menyebabkan penyesuaian harga di maskapai penerbangan. Di sisi lain, pelonggaran izin penerbangan sebabkan permintaan ke maskapai naik sehingga terjadi kenaikan harga (tiket)," katanya.
Adapun, kelompok terakhir, yakni kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami inflasi 0,47 persen mtm dan andil 0,09 persen.
Margo mengatakan, kenaikan tarif listrik daya 3.500 VA ke atas dan pelanggar pemerintah per 1 Juli 2022 menyebabkan andil inflasi 0,1 persen. [rsy]