Tohom menambahkan bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran perlu menjadikan KEK sebagai laboratorium reformasi birokrasi investasi nasional, sehingga keberhasilan di kawasan khusus dapat menjadi model bagi perbaikan pelayanan ekonomi di seluruh daerah.
“Indonesia sedang memasuki babak penting, dan kalau KEK dikelola dengan visi besar, disiplin eksekusi, serta birokrasi yang melayani, maka agenda Indonesia maju akan punya pijakan industri yang sangat kuat,” katanya.
Baca Juga:
Infrastruktur IKN Capai Progres Signifikan, MARTABAT Prabowo-Gibran: Visi Besar Harus Dikawal Serius
Sebelumnya, pemerintah mencatat realisasi investasi KEK secara akumulatif telah mencapai Rp353,5 triliun per kuartal I-2026 dan menyerap sekitar 266 ribu tenaga kerja.
Sebelumnya, tiga KEK berbasis industri yakni Gresik, Kendal, dan Galang Batang disebut mengajukan perluasan lahan untuk mengakomodasi permintaan investasi baru yang terus meningkat.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.