"Tahun ini menjadi momentum penting karena para pemenang GDI tidak hanya akan dikirim mengikuti G-Mark di Jepang, tetapi juga diikutsertakan dalam Golden Pin Design Award di Taiwan. Kami optimistis kualitas peserta semakin meningkat dan peluang produk Indonesia meraih penghargaan internasional juga semakin besar," kata Ari.
Pada GDI 2026, proses seleksi dilakukan dalam dua tahap. Penjurian tahap pertama secara daring pada 8–10 Juni 2026 menyaring 198 produk dari total 345 produk yang mendaftar. Selanjutnya, produk-produk tersebut mengikuti penjurian akhir di IDDC Jakarta pada Kamis (2/7).
Baca Juga:
Mendag Busan Lantik Inspektur Jenderal Kemendag, Dorong Peran Pengawasan dalam Mendukung Program Prioritas
Untuk menjaga objektivitas penilaian, Kemendag melibatkan enam dewan juri yang berasal dari unsur pemerintah, akademisi, industri, asosiasi profesi, hingga lembaga desain internasional. Dewan juri dipimpin Ketua Umum Asosiasi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII) Prananda L. Malasan, dengan anggota Ari Satria, Donny Adhi Yuwono, Cita Tahir, Shigeru Asakura, dan Patrick Hung.
Penilaian dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari inovasi, fungsi, estetika, keberlanjutan, kualitas manufaktur, hingga potensi komersial di pasar global.
Prananda menilai kualitas peserta GDI terus menunjukkan perkembangan positif. Menurut dia, produk yang mengikuti kompetisi tahun ini semakin beragam dari sisi material, fungsi, hingga pemanfaatannya.
Baca Juga:
Kemendag Ajak Pelaku Usaha Jawa Timur Ikut Trade Expo Indonesia 2026, Bidik Transaksi 17,5 Miliar Dollar AS
Ia mengungkapkan, ketatnya persaingan bahkan memunculkan perdebatan di antara para juri dalam menentukan pemenang.
"Kami berharap semakin banyak desainer Indonesia berani bereksperimen dalam desain, bentuk, fungsi, maupun penggunaan material. Dengan begitu, produk Indonesia tidak hanya unggul secara kualitas, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi aspek sosial, budaya, dan lingkungan," ujar Prananda.
[Redaktur: Jupriadi]