Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Buleleng. Perbaikan jaringan irigasi dan pembangunan jaringan tersier mendorong peningkatan frekuensi tanam hingga dua kali lipat, dengan indeks pertanaman naik dari 100 menjadi 200.
Pelaksanaan program ini dilakukan melalui Balai Wilayah Sungai Bali Penida. Kementerian PU juga terus melanjutkan penanganan jaringan irigasi di wilayah lain di Bali guna memperkuat peran daerah tersebut sebagai salah satu penopang produksi pangan nasional.
Baca Juga:
Menteri PU Tekankan Pentingnya Peran Penilik Jalan Sebagai Garda Terdepan dalam Menjaga Kualitas Jalan Nasional
Penguatan jaringan irigasi dinilai mampu memberikan kepastian ketersediaan air bagi petani, termasuk saat musim kemarau. Hal ini tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga efisiensi usaha tani.
Di sisi lain, pengembangan infrastruktur ini tetap memperhatikan sistem Subak sebagai kearifan lokal masyarakat Bali dalam pengelolaan air. Dengan dukungan jaringan irigasi yang lebih andal, sistem Subak diharapkan semakin kuat dan adaptif terhadap perubahan iklim.
Kementerian PU menegaskan akan terus mendorong peningkatan kualitas infrastruktur irigasi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga:
PU Rampungkan Dapur MBG di Perbatasan RI–Timor Leste, Perkuat Layanan Gizi Masyarakat
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.