WahanaNews.co, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat dukungannya terhadap sektor pertanian melalui peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Bali. Upaya ini dilakukan untuk mendorong produktivitas pangan sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.
Langkah tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi guna mendukung swasembada pangan.
Baca Juga:
Menteri PU Tekankan Pentingnya Peran Penilik Jalan Sebagai Garda Terdepan dalam Menjaga Kualitas Jalan Nasional
Di Bali, penanganan jaringan irigasi dilakukan di delapan kabupaten, yakni Jembrana, Buleleng, Karangasem, Bangli, Badung, Gianyar, Klungkung, dan Tabanan. Program ini difokuskan untuk meningkatkan keandalan layanan air bagi lahan pertanian.
Kementerian PU melaksanakan pekerjaan melalui sejumlah paket kegiatan. Pada Paket 1, dilakukan rehabilitasi dan peningkatan pada 58 daerah irigasi dengan total panjang mencapai 69,27 kilometer, yang melayani lahan seluas 3.088 hektare.
Sementara itu, Paket 2 mencakup penanganan pada 10 daerah irigasi sepanjang 10 kilometer. Selain itu, terdapat tahap lanjutan berupa rehabilitasi jaringan dan saluran tersier di 42 daerah irigasi dengan total panjang 28,52 kilometer.
Baca Juga:
PU Rampungkan Dapur MBG di Perbatasan RI–Timor Leste, Perkuat Layanan Gizi Masyarakat
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penguatan infrastruktur irigasi menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
“Seluruh capaian ini merupakan wujud komitmen Kementerian PU dalam memastikan infrastruktur mendukung ketahanan pangan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Dody.
Dampak dari peningkatan jaringan irigasi mulai dirasakan di sejumlah wilayah. Di Kabupaten Jembrana, misalnya, indeks pertanaman meningkat dari 150 menjadi 200, yang menunjukkan peningkatan intensitas tanam serta pemanfaatan lahan.