Secara paralel, Kementerian PU bersama Balai Teknik Irigasi tengah menyiapkan desain penanganan permanen sebagai solusi jangka panjang. Rencana tersebut meliputi pembangunan bendung baru sepanjang 600 meter dengan lebar sekitar 100 meter, serta pembangunan saluran pembawa menuju intake eksisting sepanjang kurang lebih 600 meter.
Program ini direncanakan didukung melalui skema pembiayaan pemerintah, termasuk melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 dan program rehabilitasi pascabencana di wilayah Sumatera.
Baca Juga:
Kementerian PU Kebut Pemulihan Infrastruktur Terdampak Bencana di Wilayah Sumatera
Penanganan permanen juga diarahkan untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap perubahan kondisi hidrologi, sehingga bendung diharapkan lebih andal menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pemulihan infrastruktur sumber daya air demi mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.