WahanaNews.co | Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang ekspor CPO. Larangan tersebut resmi berlaku hari ini. Akibat larangan ini, saham sejumlah emiten sawit pun berjatuhan.
Mengutip RTI Business, Kamis (28/4), saham PT London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) tercatat turun 4,27 persen menjadi 1.350 per lembar saham.
Baca Juga:
Indonesia Ajukan Penangguhan Konsesi kepada Uni Eropa di WTO terkait Sengketa Sawit
Perusahaan milik konglomerat Salim Group tersebut memproduksi minyak sawit mentah, karet, kakao, teh, dan biji-bijian.
PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) juga turun 1,20 persen menjadi 494 per saham. Emiten milik Salim Group tersebut memproduksi minyak goreng Bimoli dan produk turunan minyak kelapa sawit lainnya.
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) juga tercatat turun 3,50 persen berada di level 12.425 per saham Emiten di bawah bendera Astra Internasional tersebut memproduksi olein hingga kelapa sawit yang memenuhi kebutuhan pasar ekspor seperti China, Malaysia, Filipina dan Korea Selatan.
Baca Juga:
AS Lepas Tarif Sawit, Indonesia Panen Peluang dan Tekan Dominasi Eropa
PT Provident Agro Tbk (PALM) milik Saratoga Sentra Business juga mencatat penurunan sebesar 2,22 persen menjadi 880 per saham.
Kemudian, saham PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) yang memproduksi produk kelapa sawit hingga karet tersebut juga turun 3,14 persen menjadi 2.160 per saham.
Saham emiten PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) turun sebesar 1,54 persen menjadi 640 per saham.