“Kami menargetkan 50 proyek CBG di Indonesia dengan estimasi biaya USD 300 juta (Rp 4,6 triliun, kurs 15.355 per USD), dan berharap dapat berkolaborasi dengan PTPN Group” ungkap Lim.
Sementara itu, Direktur Pemasaran Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Dwi Sutoro, mengatakan, rencana kerja sama antara PTPN IV dan reNIKOLA sejalan dengan rencana penurunan emisi karbon PTPN Group.
Baca Juga:
Pengadilan Negeri Surabaya Sidangkan Kasus Penipuan Investasi Gula Rp10 Miliar Dua Pengacara
“Kehadiran reNIKOLA sebagai mitra kerja sama pengembangan CBG dengan memanfaatkan limbah cair pengolahan kelapa sawit (POME) menjadi hal yang bernilai ekonomis, khususnya di PTPN IV, adalah sesuatu yang baik. Ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi PTPN Group maupun reNIKOLA,” imbuh Dwi.
Dwi berharap, agar ke depan pengembangan EBT di Indonesia mendapatkan dukungan yang lebih dari pemerintah, sehingga dapat menarik minat calon investor untuk mengembangkan EBT di Indonesia.
“Tentunya untuk mewujudkan terpenuhinya kebutuhan energi nasional di masa kini dan nanti,” ucapnya.
Baca Juga:
Kejati Sulteng Lamban Tuntaskan Kasus Korupsi-TPPU Astra Agro Lestari-RAS-PTPN XIV
PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III akan membangun pabrik ester metil asam lemak (FAME) turunan minyak kelapa sawit pada Oktober 2023.
Pabrik dengan kapasitas produksi 450 ribu ton per tahun yang dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara ini target dapat memulai produksi di awal 2025.
Direktur Pengembangan Bisnis dan Strategi Hilir PTPN III Leonardo Alexander Renatus Pane menjelaskan, pembangunan pabrik FAME tersebut saat ini tengah melaksanakan lelang kontraktor rekayasa, pengadaan dan konstruksi (EPC).