Seiring mulai terbukanya jalur utama dari Langsa menuju Kutacane hingga Blangkenjeren, PLN mempercepat pengiriman material ke Gayo Lues.
Sebanyak 210 tiang listrik kini dalam perjalanan menuju lokasi terdampak. Sementara itu, untuk Aceh Tengah dan Bener Meriah, pengiriman 510 tiang listrik masih harus dilakukan menggunakan pesawat Hercules.
Baca Juga:
Silaturahmi dan Peresmian Kantor Baru GRIB Jaya Provinsi Jambi "Nuansa Baru Semangat Baru"
“Begitu akses darat memungkinkan, kami langsung percepat distribusi material agar pemulihan bisa lebih cepat,” ujar Darmawan.
PLN juga mencatat kondisi yang berbeda di sejumlah wilayah lain di Aceh. Di beberapa kabupaten, pemulihan listrik relatif cepat karena akses logistik lebih lancar, meskipun jumlah rumah pelanggan yang terdampak cukup besar.
Di Kabupaten Aceh Utara, misalnya, lebih dari 80 ribu rumah terdampak banjir, dengan 13 ribu rumah rusak berat. Meski demikian, perbaikan jaringan listrik dapat dilakukan lebih cepat.
Baca Juga:
AWaSI Jambi Peringati HUT ke-3 dengan Media Gathering dan Launching Program Kerja 2026 di Muaro Bungo
Kondisi serupa juga terjadi di Aceh Tamiang, di mana dari 209 desa, hanya tujuh desa yang masih padam, namun jumlah rumah pelanggan terdampak mencapai lebih dari 38 ribu unit.
Darmawan menegaskan, perbedaan kecepatan pemulihan di tiap daerah sangat dipengaruhi oleh tingkat keparahan bencana dan kondisi akses menuju lokasi.
“Ada daerah yang listriknya cepat pulih, tapi rumah pelanggan yang terdampak sangat banyak. Ini dipengaruhi oleh kondisi saat bencana terjadi sejak akhir November lalu,” jelasnya.