WahanaNews.co, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani menargetkan penerimaan pajak meroket 9,3 persen mencapai Rp1.986,9 triliun pada 2024.
Sri Mulyani menegaskan pertumbuhan ini naik tajam dibandingkan outlook 2023 sebesar Rp1.818,2 triliun.
Baca Juga:
DJP Ingatkan Marketplace, Seller di Bawah Rp 500 Juta Setahun Tak Boleh Dipajaki
"Penerimaan pajak akan mencapai Rp1.986 triliun... (Pajak) akan tumbuh 9,3 persen, untuk mencapai ini artinya dengan pertumbuhan ekonomi yang 5,2 persen kita berharap tax ratio akan terus meningkat," ujarnya dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN 2024 di Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan, Rabu (15/08/23).
"Namun, pajak juga digunakan untuk insentif transformasi ekonomi, seperti ekosistem kendaraan listrik, investasi dan hilirisasi, mendukung UMKM, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM)," tambah Sri Mulyani.
Khusus untuk hilirisasi, Sri Mulyani menegaskan program andalan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu efektif meningkatkan nilai ekspor. Ani, sapaan akrabnya, merinci ekspor Indonesia naik dua kali lipat ke Rp3.825 triliun pada periode 2021-2022.
Baca Juga:
Terbukti Kelabui Pajak Rp32 Miliar, Direktur PT SDE Dipenjara 3 Tahun Plus Denda
Setidaknya ada 4 cara yang akan dilakukan Sri Mulyani cs demi mencapai target tinggi penerimaan pajak tersebut.
Pertama, implementasi nomor induk kependudukan (NIK) dengan nomor pokok wajib pajak (NPWP).
Kedua, ekstensifikasi wajib pajak (WP) high wealth individual (HWI). Ketiga, implementasi core tax system.
Keempat, Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu akan memanfaatkan digital forensics.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]