WahanaNews.co, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan pentingnya peran penilik jalan sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas jalan nasional, khususnya dalam percepatan penanganan jalan berlubang di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa.
Menurut Dody, pemantauan rutin yang dilakukan setiap hari oleh para penilik jalan menjadi kunci dalam mendeteksi kerusakan sejak dini sekaligus memastikan penanganan cepat di lapangan. Ia menyebutkan, kondisi jalan berlubang di Pantura saat ini telah hampir sepenuhnya tertangani.
Baca Juga:
Kementerian PU Tuntaskan Penanganan Darurat pada 27 Infrastruktur Sanitasi dan Persampahan
“Kalau jalan berlubang di Pantura insya Allah sudah hampir tuntas, sisa sekitar 1 sampai 2 persen. Di semua balai jalan ada penilik jalan yang setiap hari mengecek kondisi, mana yang berlubang dan harus segera ditangani,” ujar Dody di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, satu penilik jalan umumnya bertanggung jawab atas ruas sepanjang 10 hingga 25 kilometer, tergantung pada wilayah penugasannya. Dengan pemeriksaan harian, potensi kerusakan dapat segera diidentifikasi sebelum berkembang menjadi lebih parah.
Penanganan yang dilakukan di lapangan meliputi penutupan lubang (patching), pelapisan ulang perkerasan (overlay), serta pemeliharaan rutin seperti pembersihan bahu jalan, pemangkasan rumput, dan normalisasi drainase agar fungsi jalan tetap optimal.
Baca Juga:
Kementerian PU Tuntaskan 10 Ruas IJD di Bali, Dukung Konektivitas Pangan dan Pariwisata
Selain jalan berlubang, perhatian juga difokuskan pada kondisi jembatan, terutama pada sambungan (expansion joint) yang mengalami pelebaran. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
“Bagi mobil mungkin hanya mengurangi kenyamanan, tetapi untuk motor bisa berbahaya. Standarnya kita tingkatkan, harus aman juga untuk sepeda motor,” kata Dody.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kerusakan jalan masih berpotensi terjadi kembali. Faktor utama yang memengaruhi antara lain kendaraan dengan muatan berlebih atau over dimension dan overload (ODOL), serta kondisi cuaca yang ekstrem.