WahanaNews.co, Medan - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau Bendungan Lausimeme di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (15/2/2026). Bendungan yang telah diresmikan sebelumnya itu kini memasuki tahap optimalisasi pemanfaatan.
Dalam kunjungan tersebut, Dody menegaskan pentingnya penyelesaian infrastruktur pendukung berupa jembatan penghubung antar desa di sekitar kawasan bendungan. Keberadaan jembatan dinilai krusial untuk memastikan akses masyarakat tetap terjaga saat bendungan terisi penuh.
Baca Juga:
Kementerian PU Percepat Pembangunan Sabo Dam di Hulu DAS Tukka, Target Rampung Mei 2026
“Masih ada kewajiban dari pengelola bendungan untuk membuat jembatan yang menghubungkan beberapa desa sebagai akses keluar. Hal ini penting karena apabila bendungan terisi penuh, akses masyarakat berpotensi terputus. Jembatan tersebut ditargetkan selesai pada Juni 2026 agar pengisian penuh dapat dilakukan,” ujar Dody.
Menurut dia, kehadiran Bendungan Lausimeme diharapkan memberikan manfaat besar, terutama dalam mengurangi potensi genangan banjir di Medan. Selain sebagai pengendali banjir, bendungan ini juga dirancang untuk dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber irigasi dan penyedia air baku bagi masyarakat.
Bendungan Lausimeme dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II dan merupakan bendungan bertipe urugan batu dengan inti tegak setinggi 73,5 meter dari dasar sungai serta panjang puncak 205 meter. Luas area genangan bendungan ini mencapai 125,84 hektar.
Baca Juga:
Capai 30.000 Meter Persegi, Lubang Raksasa Aceh Tengah Kian Menganga
Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), bendungan tersebut memiliki kapasitas tampung sebesar 21,07 juta meter kubik.
Keberadaannya berperan penting dalam mereduksi debit puncak banjir hingga 289 meter kubik per detik melalui sistem pintu early release, khususnya dari hulu Sungai Percut dan Sungai Deli saat musim hujan.
Selain itu, Bendungan Lausimeme akan menjadi sumber air baku untuk Kota Medan melalui Perumda Tirtanadi serta Kabupaten Deli Serdang melalui Perumda Tirta Deli dengan total kapasitas 2.850 liter per detik.