Menurutnya, kenaikan harga tersebut secara langsung mendorong semangat petani untuk meningkatkan produksi. Dalam kondisi harga tinggi, petani menjadi lebih aktif merawat tanaman dan memaksimalkan hasil panen.
"Konflik ini, harga CPO naik, bahagia petani. Mau lihat bahagiannya petani, ini tanam sawit. Naik produksi, jadi pupuknya diperbaiki, dijaga, harga lagi bagus. Petani beri ruang untung berproduksi. Jadi berkah kan?" jelas Amran.
Baca Juga:
Prabowo Bilang Banyak Negara Kesulitan Pangan, Ada Mau Beli Beras RI Minta Diskon
Selain dari sisi harga komoditas, ia juga menilai konflik geopolitik memberikan dorongan percepatan pada program hilirisasi, termasuk pengembangan energi berbasis etanol.
"Berkah kedua. Ada yang tau nggak berkah dibalik geopolitik memanas? Itu adalah hilirisasi etanol dipercepat. Iya kan? Kalau ada orang dapat tekanan. Itu ada hikmah dibalik itu," ucap dia.
Ia menyimpulkan, di balik tekanan global, terdapat peluang yang bisa dimanfaatkan Indonesia untuk memperkuat sektor pangan dan energi secara bersamaan.
Baca Juga:
Stok Beras Tembus 4 Juta Ton, Pemerintah Pastikan Ketahanan Pangan Nasional Kian Kuat
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.