WAHANANEWS.CO, Jakarta - Upaya pemerintah dalam mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan, khususnya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui kolaborasi berbagai pihak untuk menghadirkan energi bersih sekaligus memperluas akses listrik bagi masyarakat, terutama di wilayah terpencil.
Baca Juga:
PLN Buka Pendaftaran Electric Run 2026, Ajak Masyarakat Berlari Demi Masa Depan Energi Bersih
Terbaru, melalui asistensi Danantara Indonesia, PT PLN (Persero) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama Operasi (KSO) dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep terkait pemanfaatan dua unit PLTS yang masing-masing memiliki kapasitas 1 megawatt peak (MWp).
Kedua pembangkit tersebut juga dilengkapi dengan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 4 megawatt hour (MWh).
Fasilitas ini merupakan hibah dari Yayasan Torang IWIP Berbakti yang ditandatangani di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (16/03/2026).
Baca Juga:
PLN Electric Run 2026 Siap Digelar, Targetkan 8.000 Pelari untuk Kampanye Transisi Energi
Penandatanganan kerja sama tersebut turut disaksikan langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani.
Kehadiran proyek ini menjadi bentuk nyata sinergi antara pemerintah, BUMN, dan pihak swasta dalam mempercepat pengembangan energi bersih sekaligus memperluas pemerataan listrik di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Rosan menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat program dedieselisasi, yaitu menggantikan pembangkit listrik berbahan bakar diesel dengan pembangkit berbasis energi baru terbarukan seperti PLTS.