Secara teknis, hibah tersebut mencakup pembangunan dua unit PLTS berkapasitas masing-masing 1 MWp yang dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi BESS berkapasitas 4 MWh.
Kehadiran teknologi ini memungkinkan pembangkit dapat menyuplai listrik secara stabil hingga 24 jam penuh bagi masyarakat.
Baca Juga:
Pengguna Kendaraan Listrik Perlu Tahu! Ini Perbedaan Standard hingga Ultra Fast Charging
Selain itu, proyek ini juga diperkirakan mampu menghemat penggunaan bahan bakar minyak hingga 1,1 juta liter setiap tahunnya.
Kepala Yayasan Torang IWIP Berbakti, Wahyu Budhi Santoso, menjelaskan bahwa pemberian hibah PLTS yang dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi tersebut merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam mendukung program pemerintah untuk memperluas akses energi di berbagai daerah di Indonesia.
"Kami berharap setelah MoU (Memorandum of Understanding) ini ditandatangani, kami dapat memperoleh arahan agar implementasi proyek ini dapat berjalan lancar. Besar harapan kami instalasi tersebut dapat berkontribusi dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat," sebut Wahyu.
Baca Juga:
Refleksi Satu Tahun Danantara, PLN Turut Dukung Program Pendidikan bagi Generasi Masa Depan
Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menghadirkan listrik bagi masyarakat di wilayahnya.
Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Sumenep memiliki karakteristik wilayah kepulauan yang cukup luas dengan total 126 pulau, di mana 48 pulau di antaranya dihuni oleh masyarakat.
Menurutnya, kondisi geografis tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan.