Menurutnya, Indonesia memiliki potensi energi surya yang sangat besar sehingga pemanfaatannya harus terus didorong secara optimal.
"Banyak pemakaian diesel akan diganti oleh PLTS ini sehingga akan menimbulkan dampak positif, terutama dalam hal swasembada energi ke depannya," ujarnya.
Baca Juga:
Pengguna Kendaraan Listrik Perlu Tahu! Ini Perbedaan Standard hingga Ultra Fast Charging
Lebih lanjut, Rosan menjelaskan bahwa pemanfaatan hibah PLTS di dua lokasi di Kabupaten Sumenep tersebut diharapkan dapat menjadi proyek percontohan bagi pengembangan energi surya di daerah lainnya.
Dengan kapasitas yang tersedia, pembangkit tersebut diproyeksikan mampu memberikan pasokan listrik bagi ribuan warga di wilayah kepulauan tersebut.
"Akan berdampak (memberi terang) kepada 2.000 kepala keluarga yang ada di dua daerah tersebut, yaitu di Dusun Gili Labak dan juga di Desa Pagerungan Kecil karena masing-masing itu 1 MW. Jadi kebetulan ini akan jadi percontohan dan harapannya ini bisa segera direalisasikan," tambah Rosan.
Baca Juga:
Refleksi Satu Tahun Danantara, PLN Turut Dukung Program Pendidikan bagi Generasi Masa Depan
Sebelum adanya proyek ini, masyarakat di Dusun Gili Labak, Desa Kombang, Kecamatan Talango, masih mengandalkan genset pribadi untuk memenuhi kebutuhan listrik di rumah mereka.
Sementara itu, di Desa Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken, suplai listrik masih terbatas dan hanya ditopang oleh PLTS milik PLN dengan kapasitas 50 kilowatt peak (kWp).
Kondisi ini terjadi setelah dua unit PLTD milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan total kapasitas 600 kilovolt ampere (kVA) tidak lagi beroperasi.