Kerusakan tersebut antara lain berupa sejumlah tiang listrik yang roboh maupun patah.
Kondisi itu membuat PLN harus melakukan perbaikan hingga penggantian sejumlah komponen jaringan agar aliran listrik dapat kembali disalurkan secara aman kepada pelanggan.
Baca Juga:
Dari Budidaya Kepiting hingga Pelatihan Kerja, Ini Dampak Program TJSL PLN bagi Masyarakat
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (kedua dari kanan) terjun langsung ke lapangan untuk memastikan percepatan pemulihan kelistrikan pascagempa Flores di wilayah terdampak berjalan optimal.
“Seluruh kekuatan dan personel kami kerahkan secara all-out untuk memperbaiki dan mengganti tiang-tiang yang rusak. Kami berharap penyulang yang masih mengalami gangguan dapat segera dipulihkan hari ini, sepanjang kondisi kebencanaan memungkinkan,” kata Darmawan.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur F. Eko Sulistyono menyampaikan bahwa Kabupaten Nagekeo dan Reo menjadi dua wilayah yang mengalami dampak cukup signifikan akibat gempa.
Baca Juga:
Kejar Transisi Energi, PLN Percepat Pengembangan 9,2 GW PLTA dan PLTM
PLN memberikan perhatian khusus terhadap kedua wilayah tersebut dengan melakukan pemeriksaan dan pemetaan secara menyeluruh untuk mengetahui lokasi kerusakan, kondisi jaringan, serta kebutuhan personel dan material yang diperlukan untuk mempercepat proses pemulihan.
“Kami mengerahkan personel, material, dan peralatan secara masif dan terfokus ke wilayah Nagekeo dan Reo. Apabila diperlukan, dukungan tambahan akan segera dimobilisasi dari wilayah lain untuk mempercepat pemulihan jaringan dan memastikan pelanggan di wilayah terdampak dapat kembali mendapatkan pasokan listrik,” ujar Eko.
Eko menegaskan bahwa PLN akan terus memantau perkembangan kondisi kelistrikan hingga seluruh pelanggan yang terdampak dapat kembali memperoleh pasokan listrik.