Koordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait juga terus dilakukan untuk memastikan proses perbaikan berjalan efektif sekaligus memperhatikan kondisi kebencanaan yang masih berlangsung.
“Kami akan terus mengawal langsung sampai seluruh pelanggan kembali menyala. Namun, di tengah kondisi gempa susulan yang masih terjadi, keselamatan personel tetap menjadi prioritas. Kita harus bergerak cepat, tetapi tetap memastikan setiap langkah di lapangan dilakukan dengan aman,” tegasnya.
Baca Juga:
Dari Budidaya Kepiting hingga Pelatihan Kerja, Ini Dampak Program TJSL PLN bagi Masyarakat
Selain memulihkan jaringan yang mengalami kerusakan, PLN juga menetapkan fasilitas-fasilitas publik dan vital sebagai prioritas dalam pemulihan pasokan listrik.
Fasilitas tersebut mencakup rumah sakit, bandar udara, kantor pemerintahan, lokasi pengungsian, serta berbagai fasilitas pelayanan masyarakat lainnya.
Ketersediaan listrik pada fasilitas-fasilitas tersebut dinilai sangat penting untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan warga terdampak gempa.
Baca Juga:
Kejar Transisi Energi, PLN Percepat Pengembangan 9,2 GW PLTA dan PLTM
Pasokan listrik juga dibutuhkan agar pelayanan dasar masyarakat tetap dapat berjalan selama masa tanggap darurat.
PLN memastikan pengerahan personel dan peralatan akan terus dilakukan secara maksimal hingga kondisi sistem kelistrikan di wilayah terdampak kembali stabil.
Namun, setiap proses perbaikan tetap akan mempertimbangkan faktor keamanan di lapangan, terutama karena aktivitas gempa susulan masih berpotensi terjadi.