Kini, seluruh masyarakat di empat distrik tersebut telah menikmati pasokan listrik selama 24 jam penuh.
Perubahan signifikan ini disambut dengan rasa syukur dan antusias oleh masyarakat.
Baca Juga:
Rokhmat Ardiyan Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Motor Pengembangan Energi Terbarukan di Desa
Salah seorang warga Distrik Minyambouw, Paulus, mengaku merasakan langsung manfaat kehadiran listrik sepanjang hari yang telah lama dinantikan warga.
Para petugas PLN ketika melakukan briefing sebelum membangun jaringan listrik di Distrik Anggi Gida, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.
"Kami sangat bersyukur. Listrik 24 jam ini benar-benar kami rasakan manfaatnya. PLN bekerja keras, tanam besi, pasang kabel, dan hari ini hasilnya sudah dinikmati oleh masyarakat," ujar Paulus.
Baca Juga:
PLN Hadirkan Listrik 24 Jam di Noemuke, 149 KK Kini Nikmati Terang dan Peluang Baru
Apresiasi juga datang dari Anggota Komisi XII DPR RI, Cheroline Chrisye Makalew. Menurutnya, keberhasilan menghadirkan listrik 24 jam di Pegunungan Arfak merupakan hasil kolaborasi yang baik antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PLN dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat di Papua Barat.
"Di sini saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dirjen Gatrik dan juga kepada PLN atas energi, komitmen, serta kerja keras yang telah dilakukan, sehingga apa yang menjadi usulan kami boleh terealisasi. Hari ini, empat distrik di Kabupaten Pegunungan Arfak sudah bisa menyala 24 jam penuh, dari yang sebelumnya hanya 6 jam dan 12 jam saja," ujar Cheroline dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di gedung DPR RI di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Cheroline menilai kehadiran listrik sepanjang hari memberikan dampak yang sangat besar bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan anak-anak, serta pelayanan publik di wilayah tersebut.