Ia menambahkan, kesiapan ini merupakan hasil dari serangkaian asesmen dan persiapan yang telah dilakukan jauh sebelum memasuki bulan Ramadan.
PLN melakukan penguatan dari sisi hulu hingga hilir, mulai dari pembangkitan energi listrik hingga distribusi ke pelanggan agar seluruh sistem berjalan optimal tanpa gangguan berarti.
Baca Juga:
PLN dan Pemkab Sumenep Kerja Sama Kembangkan PLTS 2 MW untuk Terangi Wilayah Kepulauan
“Kami juga sudah cek pasokan energi primer nasional aman, mulai dari batu bara, gas, hingga BBM. Pemeliharaan sistem transmisi dan gardu induk juga telah tuntas dilakukan jauh sebelum Ramadan dan Idulfitri” ujar Darmawan.
Untuk memastikan keandalan di lapangan, PLN menyiagakan sebanyak 72.053 personel yang tersebar di 3.700 posko siaga di seluruh Indonesia selama periode RAFI 2026.
Dukungan operasional juga diperkuat dengan 4.901 unit mobil operasional dan 4.594 unit sepeda motor yang siap digunakan untuk merespons cepat setiap potensi gangguan.
Baca Juga:
Program “Cahaya Kebahagiaan” Danantara dan PLN Jangkau Ribuan Pelajar di Kalbar, Sultra, dan Papua Selatan
"Petugas kami all out untuk terus menjaga agar suplai listrik aman di lapangan. Kami juga melakukan pengamanan berlapis di lokasi-lokasi prioritas yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri, seperti tempat ibadah, titik transportasi, pusat keramaian, pusat perbelanjaan, dan rumah sakit," ujar Darmawan.
Selain itu, PLN turut menyiapkan berbagai peralatan pendukung guna menjaga kontinuitas pasokan listrik.
Peralatan tersebut meliputi 2.005 unit genset, 773 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 1.349 unit gardu bergerak (UGB), serta 429 unit truk crane yang siap dikerahkan sewaktu-waktu apabila dibutuhkan.