Di sisi lain, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pengembangan hidrogen merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi PLN dalam mendukung target swasembada energi nasional sekaligus mewujudkan sistem energi yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan.
”Hidrogen merupakan solusi transisi dari energi fosil ke energi masa depan. PLN siap memimpin pengembangan ekosistem hidrogen nasional secara terintegrasi melalui kolaborasi dengan pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pelaku industri, akademisi, hingga mitra internasional,” jelas Darmawan.
Baca Juga:
PLN Electric Run 2026 Siap Digelar, Targetkan 8.000 Pelari untuk Kampanye Transisi Energi
Sebagai langkah nyata, sejak 2023 PLN telah mengoperasikan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia yang berlokasi di PLTGU Muara Karang, Jakarta.
Hingga kini, perusahaan telah mengoperasikan total 24 Green Hydrogen Plant yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia sebagai fondasi awal pengembangan industri hidrogen hijau nasional.
Menurut Darmawan, seluruh fasilitas tersebut mampu memproduksi hidrogen hijau hingga 203,6 ton per tahun.
Baca Juga:
Investor Global Berebut Proyek PSEL, PLN Jamin Serap Listrik Lewat Kontrak 30 Tahun
Sebanyak 75 ton per tahun dimanfaatkan untuk kebutuhan pendingin generator pembangkit listrik, sedangkan sekitar 128 ton per tahun lainnya dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor strategis, termasuk industri dan transportasi.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo dalam sambutannya pada Opening Ceremony Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2026 di Jakarta. menjelaskan bahwa pengembangan hidrogen merupakan wujud komitmen PLN dalam mendukung visi besar Presiden Prabowo untuk mencapai swasembada energi nasional.
"PLN siap all out mengekspansi apa yang sudah kami awali di setiap lini, sehingga ekosistem hidrogen nasional dapat terakselerasi. Ini adalah komitmen PLN sebagai pionir ekosistem hidrogen end-to-end di Indonesia,” ujar Darmawan.