Tak hanya berperan sebagai produsen hidrogen hijau, PLN juga terus membangun infrastruktur pendukung guna mempercepat terbentuknya rantai pasok hidrogen nasional.
Infrastruktur tersebut antara lain berupa Hydrogen Refueling Station (HRS) sebagai stasiun pengisian hidrogen, serta Hydrogen Center yang menjadi pusat kompetensi hidrogen pertama di Indonesia.
Baca Juga:
PLN Electric Run 2026 Siap Digelar, Targetkan 8.000 Pelari untuk Kampanye Transisi Energi
Selain itu, PLN juga memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui kerja sama produksi green ammonia bersama Pupuk Kujang.
Produk tersebut telah dimanfaatkan dalam program co-firing di PLTU Labuan, Banten, sebagai bagian dari upaya menekan emisi karbon di sektor pembangkit listrik.
Untuk mempercepat pemanfaatan hidrogen di berbagai sektor, PLN juga menjalankan sejumlah joint study.
Baca Juga:
Investor Global Berebut Proyek PSEL, PLN Jamin Serap Listrik Lewat Kontrak 30 Tahun
Di antaranya pengembangan Jakarta Hydrogen Mobility bersama Kementerian ESDM, TransJakarta, dan DAMRI, serta studi pengembangan produksi hidrogen hijau di Jambi dan Gresik bersama Pupuk Indonesia dan sejumlah mitra strategis.
Ke depan, PLN memastikan akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di dalam maupun luar negeri.
Pengembangan ekosistem hidrogen diyakini mampu membuka peluang ekonomi baru, menciptakan lapangan kerja hijau, meningkatkan investasi, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.