“Topping off CGK1, yang didukung oleh perjanjian pasokan listrik terbesar dalam sejarah pusat data Indonesia, mencerminkan keyakinan kami terhadap pertumbuhan digital jangka panjang negeri ini,” ujar Oscar.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan kawasan data center tersebut bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan digital saat ini, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam memperkuat daya saing Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi berbasis AI.
Baca Juga:
PLN Hadirkan Promo JUNIVAGANZA, Beli Token Listrik di PLN Mobile Dapat Voucher Rp10.000
“Bersama PLN, kami tidak sekadar membangun sebuah pusat data kami sedang meletakkan fondasi agar Indonesia dapat bersaing di level tertinggi ekonomi AI global. CGK Campus dirancang untuk tumbuh seiring dengan ambisi bangsa,” imbuhnya.
Sebelumnya, pada Oktober 2025, Digital Edge Indonesia dan PLN telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan kapasitas pasokan sebesar 2x650 MVA.
Namun, seiring meningkatnya kebutuhan operasional dan rencana ekspansi fasilitas data center yang terus berkembang, kapasitas pasokan listrik kemudian ditingkatkan menjadi 2x725 MVA.
Baca Juga:
PLN Hadirkan Listrik 24 Jam untuk 1.396 Rumah Tangga di Pegunungan Arfak, Warga Kini Nikmati Energi Sepanjang Hari
Penambahan daya tersebut dilakukan secara bertahap guna mendukung pengembangan fasilitas hingga tahun 2030 sekaligus menjamin operasional pusat data yang berjalan selama 24 jam tanpa gangguan.
Dengan kapasitas tersebut, Digital Edge Indonesia kini menjadi pemegang PJBTL terbesar PLN serta salah satu operator pusat data dengan kebutuhan daya terbesar di Indonesia.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa PLN akan terus mengambil peran strategis dalam mendukung pertumbuhan sektor digital nasional melalui penyediaan pasokan listrik yang andal, berkualitas, dan berkelanjutan.