WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) berhasil mengoperasikan jalur kedua transmisi Arun–Bireuen sebagai bagian dari penguatan ketahanan sistem kelistrikan Aceh pascabencana banjir dan longsor.
Kehadiran jalur alternatif ini melengkapi jaringan transmisi utama yang telah lebih dulu beroperasi, sekaligus menjadi langkah strategis untuk meminimalkan risiko gangguan pasokan listrik di wilayah tersebut.
Baca Juga:
PLN Tegaskan Tak Ada Krisis Batu Bara, 8 Pemasok Siapkan 87 Juta Ton
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengapresiasi upaya PLN yang terus berkomitmen meningkatkan keandalan pasokan listrik, meskipun menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan akses medan di sejumlah lokasi.
Ia menilai penguatan infrastruktur kelistrikan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas masyarakat pascabencana.
“Atas nama pemerintah, kami mengucapkan terima kasih atas usaha PLN yang terus memastikan pemulihan kelistrikan di Aceh berjalan dengan baik. Ini sangat penting untuk mendukung aktivitas masyarakat dan pemulihan ekonomi daerah,” ujar Fadhlullah.
Baca Juga:
Milad UMSU ke-69: PLN Hadir dengan Program Transisi Energi!
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pengoperasian jalur kedua Arun–Bireuen merupakan wujud komitmen PLN dalam membangun sistem kelistrikan yang lebih andal dan tangguh terhadap berbagai potensi gangguan.
Menurutnya, arahan pemerintah menjadi dasar bagi PLN untuk memperkuat pasokan dan cadangan listrik di Aceh.
“Arahan pemerintah sangat jelas, kami harus menghadirkan sistem kelistrikan yang lebih andal guna mendukung pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana di Aceh,” kata Darmawan, Jumat, 26 Desember 2025.