Alois menyebutkan beberapa program PLN yang telah berkontribusi dalam meningkatkan literasi publik.
Di antaranya, adalah program konversi kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) menjadi kendaraan listrik yang melibatkan pelajar dan guru SMK.
Baca Juga:
PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatra, Lebih dari 8,3 Juta Pelanggan Kembali Nikmati Listrik
"Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi gaya hidup elektrifikasi pada sektor transportasi dengan menggandeng para pelajar dan guru SMK untuk dapat praktik secara langsung mengkonversi kendaraan berbasis BBM ke kendaraan berbasis listrik," terangnya.
Selain itu, PLN juga menjalankan program Electrifying Agriculture. Program tersebut mendukung petani dan peternak dalam meningkatkan produktivitas melalui pemanfaatan listrik sebagai penggerak ekonomi.
"Kami juga secara aktif memperkenalkan kepada masyarakat soal elektrifikasi pertanian. Tidak hanya demi meningkatkan literasi tentang transisi energi, namun juga mendorong perekonomian," ujarnya.
Baca Juga:
Dukung Transisi Energi Bersih, PLN Hadirkan SPKLU Center Modern di Tanjung Priok
Sedangkan pada bidang pendidikan non-formal, PLN turut menginisiasi Sekolah Alam yang memberikan akses pembelajaran alternatif bagi anak-anak dengan materi seperti seni budaya, literasi dasar, edukasi cinta lingkungan dan penguatan budi pekerti.
"Apresiasi ini menjadi pelecut semangat bagi kami untuk terus menghadirkan energi yang tidak hanya andal, tapi juga mampu mendorong perubahan sosial dan peningkatan kualitas hidup masyarakat," kata Alois (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.