Menurut Darmawan, kesiapan PLN juga tidak terlepas dari dukungan dan koordinasi dengan berbagai kementerian serta lembaga pemerintah.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Kabinet, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, serta Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara.
Baca Juga:
Dari Budidaya Kepiting hingga Pelatihan Kerja, Ini Dampak Program TJSL PLN bagi Masyarakat
Koordinasi lintas sektor tersebut dinilai penting karena pengamanan kelistrikan dalam momentum peringatan kemerdekaan mencakup berbagai lokasi, baik pusat pemerintahan, tempat pelaksanaan upacara, maupun lokasi kegiatan masyarakat di berbagai daerah.
Suasana konferensi pers siaga kelistrikan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dilaksanakan hybrid di PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), Depok, Jawa Barat, dan PLN Unit Pelayanan Pelanggan Flores Bagian Barat, Manggarai Barat, dihadiri oleh Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (tengah pada layar), Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Daniel Karmel Fernando Tampubolon (kiri pada layar), Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy (kedua dari kiri), Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo (ketiga dari kiri), Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G. Akmalaputri (tengah), Direktur Manajemen Risiko PLN, Denny Triyanto (ketiga dari kanan), Direktur Keuangan PLN, Sulistyo Biantoro (kedua dari kanan), Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta (paling kiri), Direktur Utama PLN Nusantara Power, Rully Firmansyah (paling kanan), dan Executive Vice President Operasi Distribusi Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara PLN, Sugeng Widodo (kanan pada layar).
“Dukungan penuh dari Pemerintah membuat kami bisa bergerak lebih kuat. Kami ingin memastikan setiap titik yang mendukung upacara dan rangkaian peringatan kemerdekaan, baik di tingkat nasional maupun daerah, listriknya andal dan tercukupi,” katanya.
Baca Juga:
Kejar Transisi Energi, PLN Percepat Pengembangan 9,2 GW PLTA dan PLTM
Dari sisi sistem, PLN memperkirakan beban puncak listrik nasional pada 17 Agustus 2026 berada di angka 42,6 gigawatt (GW). Sementara itu, kapasitas daya mampu pembangkit mencapai 51,6 GW.
Dengan demikian, PLN memiliki cadangan daya sekitar 9 GW atau setara dengan 21,1 persen.
Cadangan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keandalan pasokan ketika konsumsi listrik mengalami peningkatan selama rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI.