Untuk memastikan kesiapan di lapangan, PLN menetapkan seluruh unitnya dalam kondisi siaga penuh. Puluhan ribu personel disebar ke ribuan titik pengamanan di berbagai wilayah Indonesia.
"Saat ini seluruh unit PLN dalam status siaga penuh. Lebih dari 45 ribu personel kami terjunkan di 2.275 titik siaga seluruh Indonesia. Semua bergerak dan semua fokus," tegas Darmawan.
Baca Juga:
Dari Budidaya Kepiting hingga Pelatihan Kerja, Ini Dampak Program TJSL PLN bagi Masyarakat
Selain menyiagakan personel, PLN juga menyiapkan berbagai peralatan kelistrikan sebagai sistem pendukung dan cadangan apabila terjadi gangguan.
Persiapan tersebut mencakup 1.517 unit genset, 559 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), serta 1.286 unit gardu bergerak.
Untuk mendukung mobilitas petugas dan mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan, PLN turut menyiagakan 75 unit kabel bergerak, 318 unit truk crane, 3.424 mobil operasional, serta 3.583 motor operasional.
Baca Juga:
Kejar Transisi Energi, PLN Percepat Pengembangan 9,2 GW PLTA dan PLTM
Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G. Akmalaputri (kedua dari kanan) didampingi oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin (ketiga dari kiri) saat melakukan inspeksi sistem kelistrikan di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta.
"Seluruh sumber daya dipersiapkan dengan matang di berbagai titik. Khusus untuk rangkaian kegiatan di Istana Kepresidenan, PLN menyiapkan sistem pengamanan kelistrikan berlapis hingga lima tingkat, yang meliputi pembangkit, penyulang, sistem digital Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), UPS, hingga genset," tambahnya.
Sistem pengamanan berlapis tersebut disiapkan untuk meminimalkan risiko gangguan sekaligus mempercepat proses pemulihan apabila terjadi kendala pada salah satu bagian sistem kelistrikan.