Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, PLN memproyeksikan jumlah pengguna EV saat mudik tahun ini akan meningkat hingga 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik semakin tinggi, sekaligus menandakan perkembangan ekosistem EV di Indonesia yang semakin matang.
Baca Juga:
Dorong Energi Bersih, PLN Hadirkan PLTS Mentari Nusantara I Lewat Skema GIGA ONE
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, PLN tidak hanya menambah jumlah SPKLU, tetapi juga mengatur penyebarannya secara strategis.
Fasilitas pengisian daya ditempatkan di berbagai titik dengan mobilitas tinggi seperti rest area jalan tol, jalur utama antar kota, hingga kawasan menuju pelabuhan penyeberangan.
Selain itu, jarak antar-SPKLU dirancang berada dalam kisaran sekitar 22 kilometer. Dengan perencanaan ini, pengguna kendaraan listrik dapat melakukan perjalanan jarak jauh dengan lebih tenang dan terencana.
Baca Juga:
Lewat Sustainability Day 2026, PLN Tegaskan Komitmen Transisi Energi Berkelanjutan
“Dengan persebaran SPKLU yang semakin luas dan terencana, pengguna kendaraan listrik kini memiliki fleksibilitas lebih dalam merencanakan perjalanan, sekaligus mendapatkan kepastian akses terhadap pengisian daya di sepanjang rute mudik,” tambahnya.
Lebih lanjut, penguatan infrastruktur ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam mendukung transisi energi nasional menuju sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
Di tengah tantangan global terkait perubahan iklim, kendaraan listrik dinilai sebagai solusi strategis dalam menekan emisi karbon, khususnya di sektor transportasi, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.