Di sisi lain, PT Kereta Api Indonesia (Persero) juga telah menyiapkan roadmap pengembangan jaringan kereta lintas Sumatra sebagai bagian dari program jangka panjang perusahaan.
Arahan Presiden tersebut menjadi dasar pengembangan koridor rel yang nantinya akan menghubungkan ujung utara dan selatan Pulau Sumatra dalam satu jaringan terintegrasi.
Baca Juga:
Viral Ibu Hamil Ditendang Preman Bersenjata di Medan, Pengakuan Korban Bikin Merinding
"Berdasarkan arahan dari Pak Presiden, itu untuk melakukan pengembangan jaringan di Pulau Sumatra, yaitu bagaimana kita menghubungkan antara Banda Aceh dengan Bandar Lampung," kata Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Saat ini jaringan kereta api di Sumatra masih beroperasi dalam sejumlah segmen terpisah sehingga belum membentuk satu koridor transportasi yang tersambung secara menyeluruh.
Jalur yang sudah beroperasi tersebar di sejumlah wilayah seperti Lampung, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan konektivitas yang belum terintegrasi.
Baca Juga:
PLN Tuntaskan Listrik Desa di Noemuke, ALPERKLINAS: Dampaknya Jauh Melampaui Penerangan
"Kalau kita lihat yang existing sekarang itu hanya sepotong-sepotong dari Bandar Lampung itu sampai Palembang gitu ya. Kemudian dari Bandar Lampung itu sampai Lubuk Linggau. Kemudian dari Medan juga sedikit ya. Dari Padang juga sedikit," ujarnya.
Tahap awal pembangunan akan difokuskan pada penyambungan jalur kereta di kawasan Sumatra bagian utara yang selama ini masih terputus.
Koridor prioritas pertama adalah Banda Aceh-Besitang dengan panjang sekitar 478 kilometer yang saat ini sedang memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED).