"Nah prioritas kita yang pertama itu adalah menghubungkan antara Banda Aceh dengan Besitang, itu totalnya sekitar 478 km. Ini DED (Detail Engineering Design)-nya kita lagi bikin ya," ungkap Bobby.
Proyek Banda Aceh-Besitang menjadi bagian dari program reaktivasi jalur lama yang mencakup lintasan Banda Aceh-Sigli sepanjang sekitar 80 kilometer serta Sigli-Bireuen-Lhokseumawe-Besitang sepanjang kurang lebih 398 kilometer.
Baca Juga:
Viral Ibu Hamil Ditendang Preman Bersenjata di Medan, Pengakuan Korban Bikin Merinding
Selain Aceh dan Sumatra Utara, KAI juga menyiapkan reaktivasi sejumlah jalur lama di Sumatra Barat seperti Naras-Sungai Limau, Kayu Tanam-Padang Panjang-Bukittinggi-Limbanang, Muarakalaban-Sawahlunto, Padangpanjang-Batubalik, Batubalik-Solok, hingga Solok-Muarakalaban dengan total panjang sekitar 248,5 kilometer.
Tidak hanya menghidupkan kembali jalur eksisting, KAI juga merencanakan pembangunan sejumlah koridor baru yang telah masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS).
Beberapa jalur baru yang direncanakan meliputi Rantau Prapat-Dumai, Duri-Pekanbaru, Pekanbaru-Rengat, Rengat-Jambi, Kertapati-Tarahan-Bakauheni, hingga Lubuklinggau-Bengkulu dengan total panjang mencapai sekitar 1.110 kilometer.
Baca Juga:
PLN Tuntaskan Listrik Desa di Noemuke, ALPERKLINAS: Dampaknya Jauh Melampaui Penerangan
Untuk mendukung kebutuhan logistik nasional, KAI juga menyiapkan pengembangan jalur angkutan batu bara Tanjung Enim Baru-Tarahan II yang mencakup pembangunan lintasan baru dan peningkatan kapasitas jalur eksisting sepanjang sekitar 313 kilometer.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.