WahanaNews.co, Jakarta - Produk pangan Indonesia membukukan potensi transaksi senilai 5 juta dollar AS atau sekitar Rp 89,5 miliar melalui keikutsertaan Paviliun Indonesia dalam ajang Food Taipei Mega Show 2026 yang berlangsung di Taipei, Taiwan, pada 24–27 Juni 2026.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengatakan capaian tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan pasar Taiwan terhadap kualitas produk pangan Indonesia.
Baca Juga:
Indonesia Bukukan Potensi Transaksi Rp19 Miliar dari Dua Pameran Internasional di Malaysia
Menurutnya, potensi transaksi tersebut merupakan hasil sinergi antara Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Kementerian Perdagangan, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Akademi Mudah Ekspor (AME), pelaku usaha Indonesia, serta mitra strategis di Taiwan.
"Potensi transaksi sebesar 5 juta dollar AS menunjukkan bahwa produk pangan Indonesia memiliki kualitas, nilai tambah, dan daya saing yang semakin diakui di pasar Taiwan. Capaian ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang kuat dan strategi promosi yang tepat mampu membuka peluang perdagangan yang semakin luas bagi produk Indonesia," ujar Puntodewi.
Sementara itu, Kepala KDEI Taipei Arif Sulistiyo menjelaskan, partisipasi Indonesia dalam Food Taipei Mega Show merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas akses pasar ekspor sekaligus mempertemukan pelaku usaha nasional dengan calon pembeli potensial dari berbagai negara.
Baca Juga:
Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp 593,3 Miliar di World of Coffee 2026 Amerika Serikat
Arif menilai Taiwan memiliki posisi strategis sebagai pasar ekspor Indonesia. Dengan jumlah penduduk sekitar 23 juta jiwa dan daya beli masyarakat yang tinggi, Taiwan dinilai tidak hanya menjadi pasar potensial, tetapi juga dapat berfungsi sebagai pintu masuk produk Indonesia ke kawasan Asia Timur.
Food Taipei Mega Show 2026 diselenggarakan di Taipei World Trade Center (TWTC) Hall 1 serta Taipei Nangang Exhibition Center (TaiNEX) Hall 1 dan Hall 2. Mengusung tema
"Smart Eating, Green Living", pameran yang memasuki penyelenggaraan ke-36 tersebut diikuti sekitar 1.750 peserta dari 33 negara dengan lebih dari 4.750 stan yang menampilkan inovasi di sektor pangan, teknologi pengolahan makanan, bioteknologi, pengemasan, hingga peralatan perhotelan.