Pada ajang tersebut, Paviliun Indonesia menghadirkan lebih dari 20 pelaku usaha yang menampilkan beragam produk pangan unggulan, seperti sarang burung walet, produk boga bahari, makanan ringan berbahan buah, mi rendah kalori, madu, kopi, rempah-rempah, saus dan bumbu premium, gula kelapa sagu, hingga berbagai produk olahan perikanan.
Paviliun Indonesia diresmikan oleh Kepala KDEI Taipei Arif Sulistiyo bersama Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan UKM GAPMMI Irwan S. Widjaja serta Pendiri Akademi Mudah Ekspor Fernanda Reza Muhammad. Selama empat hari penyelenggaraan, sekitar 500 pengunjung tercatat mengunjungi Paviliun Indonesia.
Baca Juga:
Indonesia Bukukan Potensi Transaksi Rp19 Miliar dari Dua Pameran Internasional di Malaysia
Selain memamerkan produk unggulan, Paviliun Indonesia juga memfasilitasi berbagai kegiatan promosi dan business matching dengan importir, distributor, peritel, pelaku industri makanan, hingga calon mitra bisnis dari Taiwan maupun negara lain.
Arif mengungkapkan, sejumlah produk yang paling banyak menarik perhatian calon pembeli antara lain sarang burung walet, produk boga bahari, makanan ringan sehat, saus dan bumbu premium, rempah-rempah, mi instan sehat, serta gula kelapa sagu.
Sebagai tindak lanjut, KDEI Taipei akan terus memperkuat promosi perdagangan melalui penyelenggaraan business matching, misi dagang, serta pengembangan kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan di Taiwan.
Baca Juga:
Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp 593,3 Miliar di World of Coffee 2026 Amerika Serikat
"Upaya tersebut diharapkan dapat membuka akses pasar yang semakin luas bagi pelaku usaha Indonesia, meningkatkan nilai ekspor nasional, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok produk pangan berkualitas di pasar global," kata Arif.
Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan UKM GAPMMI Irwan S. Widjaja menilai Taiwan merupakan salah satu pasar yang sangat menjanjikan bagi produk Indonesia. Menurut dia, para buyer yang hadir tidak hanya mencari informasi, tetapi juga menunjukkan keseriusan untuk menjalin kerja sama bisnis jangka panjang.
Optimisme serupa disampaikan Nunik, pemilik Novio Indonesia, produsen bumbu dapur premium. Ia menilai antusiasme calon pembeli di Taiwan sangat tinggi dan membuka peluang bagi produknya untuk menjangkau pasar internasional.