WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan infrastruktur kelistrikan nasional dalam menghadapi puncak arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
Peninjauan ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kesiapan pasokan listrik hingga infrastruktur pendukung kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV), guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan tanpa hambatan.
Baca Juga:
PLN Siagakan 439 SPKLU di Jalur Mudik Jatim–Bali, Pemudik EV Kini Lebih Tenang
Salah satu fokus utama dalam peninjauan tersebut adalah kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang kini semakin dibutuhkan seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.
Pemerintah dan PLN berupaya memastikan seluruh fasilitas pengisian daya beroperasi optimal selama periode mudik.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot, saat melakukan pengecekan langsung ke SPKLU di Rest Area KM 379A Batang, Jawa Tengah, Kamis (19/3/2026), menegaskan bahwa kondisi pasokan listrik nasional saat ini berada dalam situasi yang sangat aman.
Baca Juga:
Antisipasi Lonjakan Pemudik EV, PLN Perluas Infrastruktur SPKLU di Seluruh Indonesia
Ia menyebutkan bahwa daya mampu nasional masih jauh di atas kebutuhan beban puncak, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi gangguan listrik selama masa mudik dan perayaan Idulfitri.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot (ketiga dari kiri), didampingi oleh Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto (kedua dari kanan), Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G. Akmalaputri (kiri), dan General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi (kedua dari kiri) saat melakukan simulasi pengisian daya kendaraan listrik di Rest Area KM 379A, Batang, Jawa Tengah, pada Kamis (19/03/2026). Dengan penambahan jumlah SPKLU yang semakin masif dan teknologi pengisian daya yang semakin cepat, masyarakat dapat melakukan perjalanan jauh menggunakan kendaraan listrik dengan lebih nyaman dan efisien.
"Dalam rangka siaga kelistrikan Idulfitri 2026, dari sisi ketersediaan daya mampu nasional (sekitar) 52 gigawatt, dan beban puncak sekitar 35 GW, sementara cadangan itu kita masih memiliki sekitar 17 gigawatt atau kondisinya aman," ujar Yuliot.