Lebih lanjut, Yuliot menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada ketersediaan listrik, tetapi juga mendorong peningkatan layanan bagi pengguna kendaraan listrik.
PLN terus melakukan penguatan jaringan SPKLU, termasuk meningkatkan teknologi pengisian daya agar proses charging menjadi lebih cepat dan efisien, sehingga perjalanan jarak jauh dapat ditempuh dengan lebih nyaman.
Baca Juga:
PLN Siagakan 439 SPKLU di Jalur Mudik Jatim–Bali, Pemudik EV Kini Lebih Tenang
Di sisi lain, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa perusahaan telah melakukan berbagai langkah strategis dan antisipatif sejak jauh hari untuk memastikan keandalan sistem kelistrikan nasional.
Seluruh lini, mulai dari pembangkit, transmisi, hingga distribusi telah dipersiapkan secara matang demi menghadapi lonjakan kebutuhan listrik selama Ramadan dan Idulfitri.
“Persiapan telah kami lakukan sejak jauh-jauh hari, baik dari sisi pembangkit, transmisi, hingga distribusi. Atas arahan Pemerintah melalui Kementerian ESDM, PLN siap menjaga pasokan listrik termasuk infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik tetap andal dan prima bagi masyarakat,” tutur Darmawan.
Baca Juga:
Antisipasi Lonjakan Pemudik EV, PLN Perluas Infrastruktur SPKLU di Seluruh Indonesia
Sementara itu, Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, mengungkapkan bahwa tren penggunaan kendaraan listrik saat mudik terus mengalami peningkatan signifikan.
Tahun ini, jumlah kendaraan listrik yang diproyeksikan digunakan untuk mudik mencapai lebih dari 23 ribu unit, meningkat sekitar 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Seiring dengan meningkatnya adopsi EV di Indonesia, PLN terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur pengisian dayanya. Sehingga masyarakat tidak perlu ragu dan khawatir akan kehabisan daya selama perjalanan, terutama pada momen mudik seperti ini," ujar Adi.