"Karena enggak ada yang jual. Artinya mereka sayang juga itu jual barang itu karena menguntungkan rupanya. Jadi masih kredibel surat utang kita itu. Kalau mereka jual, saya beli. Jadi asing juga enggak ngelepas," paparnya.
Dari hasil kebijakan yang mulanya ia sebut menggunakan mekanisme Bond Stabilization Fund (BSF) itu, total aliran modal asing bahkan terjaga masuk hingga Selasa dengan total Rp1,3 triliun, sehingga mempertebal pasokan dolar di dalam negeri.
Baca Juga:
DPR Minta BI Tekan Dolar ke Rp16.000-an, Ini Alasannya!
Makanya, ia percaya diri, kurs rupiah akan menguat kembali dalam waktu dekat, dan ia bahkan tak segan mengimbau kepada para pemegang dolar untuk segera melepaskannya karena level Rp17.600/US$ tak lagi akan lama lagi berakhir.
"Kalau anda pegang dolar sekarang ya jual ajalah," kata Purbaya.
Kendati begitu, Purbaya menekankan, Kementerian Keuangan tidak mematok level tertentu level nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melalui kebijakan ini. Ia hanya berniat membantu BI dalam menjaga stabilitas pergerakan kurs rupiah di tengah besarnya permintaan dolar pada periode ini.
Baca Juga:
Rupiah di Zona Merah Tembus 17.320/US$, Airlangga: Tidak Hanya RI
"Enggak ada target nilai tukar. Karena itu bukan urusan Kementerian Keuangan. Itu urusan bank sentral. Yang jelas kita akan lakukan untuk membantu supaya ada ruang bernafas sedikit untuk nilai tukar rupiahnya," papar Purbaya.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.