Ia menambahkan, kebijakan pembatasan harga yang diterapkan negara-negara Barat dinilai mengganggu rantai pasokan global.
"Namun, pemerintah Jepang terikat oleh kewajiban untuk memberlakukan batas harga pada minyak asal Rusia, sebuah tindakan anti-pasar yang mengganggu rantai pasokan," lanjutnya.
Baca Juga:
Alarm Krisis Energi Global: Universitas Pertamina Cetak SDM Hybrid Hadapi Masa Mendatang
Pemerintah Rusia juga menilai kebijakan pembatasan harga sebagai langkah provokatif yang berkaitan dengan dukungan Barat terhadap Ukraina.
"Seperti yang telah berulang kali dinyatakan, Rusia tidak akan memasok minyak ke negara-negara yang mendukung usaha provokatif ini," katanya.
Di sisi lain, Rusia menyatakan kesiapan untuk memasok minyak ke Indonesia melalui kerja sama dengan perusahaan energi nasional.
Baca Juga:
Energi Baru dari PEP Zona 4, Sumur LBK-030 di Muara Enim Berpotensi Produksi 3.073 BOPD
"Rusia siap mulai memasok minyak ke perusahaan milik negara Indonesia, Pertamina, jika Indonesia mengajukan permintaan ke Moskow," ungkap Sergey Tolchenov.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peluang kerja sama energi antara kedua negara masih terbuka lebar.
"Rusia belum menerima permintaan resmi baik dari perusahaan negara maupun dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, tetapi tetap terbuka untuk membahas kemungkinan proposal," jelasnya.