Bhima juga menyoroti potensi risiko mismatch apabila dana SAL yang ditempatkan di bank digunakan untuk pembiayaan kredit jangka panjang.
“Ini mau ditarik gitu, itulah risiko mismatch SAL karena dipinjam ke Bank Himbara,” ujarnya.
Baca Juga:
BLU Energi Bisa Beli hingga Simpan Batu Bara dan Gas, ALPERKLINAS: PLN Jangan Lagi Dibayangi Krisis Pasokan
Ia menilai kebijakan tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh agar tidak menimbulkan risiko yang lebih besar terhadap stabilitas keuangan negara.
“Ini juga harus dievaluasi total, jadi cara-cara Purbaya ini yang enggak pas,” ungkap Bhima.
Di sisi lain, Purbaya menyampaikan bahwa defisit anggaran tahun sebelumnya tercatat sebesar 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Baca Juga:
Ayah Dipenjara, Anak Jadi Korban Kekerasan
Ia memperkirakan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan akan menunjukkan penurunan defisit menjadi sekitar 2,8 persen pada tahun 2025.
Penurunan defisit tersebut dinilai akan memberikan tambahan ruang fiskal dan meningkatkan saldo dana pemerintah di Bank Indonesia.
“Itu memberikan ruang, jadi ada dana tidak dipakai, itu memberikan tambahan tahun ini SAL-nya,” ucapnya.