KEMENDAG 911 2116
Tolong dibuatkan saya narasi LSM ICW yang sesuai dengan narasi dibawah
Baca Juga:
Banyak Konsumen Mengeluh, Kemendag Minta Klarifikasi Resmi dari Shopee
054321
WahanaNews.co, Riyadh -Transformasi ekonomi Arab Saudi melalui program Saudi Vision 2030 membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperluas ekspor nonmigas ke negara tersebut. Kementerian Perdagangan RI mendorong para pelaku usaha dan eksportir Tanah Air memanfaatkan momentum perubahan ekonomi Arab Saudi untuk memperkuat penetrasi produk Indonesia di pasar Timur Tengah.
Baca Juga:
Kemendag Pertemukan Pelaku Usaha Ekonomi Hijau Tanah Air dengan Buyer Jepang
Atase Perdagangan RI di Riyadh, Zulvri Yenni, mengatakan sejumlah sektor diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan seiring diversifikasi ekonomi Arab Saudi. Sektor tersebut antara lain makanan dan minuman halal, produk pertanian, furnitur, modest fashion, kosmetik halal, hingga produk manufaktur bernilai tambah.
Menurut dia, peningkatan jumlah wisatawan religi dan jamaah umrah internasional juga menjadi faktor penting yang mendorong kenaikan permintaan berbagai produk konsumsi dari luar negeri, termasuk dari Indonesia.
“Kebijakan transformasi ekonomi Arab Saudi akan mengurangi ketergantungan terhadap sektor minyak dan gas dengan memperkuat sektor industri, pariwisata, logistik, serta ekonomi digital. Perubahan struktur ekonomi ini turut memperluas ruang masuk produk Indonesia ke pasar Arab Saudi melalui peningkatan permintaan,” ujar Zulvri.
Berdasarkan laporan terbaru Strategic Management Office–Council of Economic and Development Affairs (SMO-CEDA), implementasi Saudi Vision 2030 telah mencapai 93 persen pada 2025. Capaian tersebut diukur melalui 38 indikator utama dan 390 subindikator sejak program diluncurkan pada 2016.
Program transformasi ekonomi tersebut dipantau langsung oleh Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, bersama Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman.
Zulvri menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan ekspor melalui penguatan diplomasi dagang, promosi produk unggulan, serta penyesuaian standar produk sesuai regulasi Arab Saudi. Perwakilan perdagangan RI di Arab Saudi juga siap memfasilitasi business matching antara eksportir Indonesia dan calon pembeli di Arab Saudi.
“Pasar Arab Saudi saat ini sangat potensial bagi produk Indonesia. Untuk memaksimalkan peluang ini, perwakilan perdagangan RI siap menjembatani business matching antara pelaku usaha Indonesia dan Arab Saudi,” katanya.
Salah satu sektor yang dipandang paling menjanjikan adalah industri makanan dan minuman halal yang turut menopang ekosistem kebutuhan haji dan umrah. Pada 2025, jumlah jamaah umrah internasional tercatat mencapai 18,03 juta orang dan ditargetkan meningkat menjadi 30 juta orang pada 2030.
Kondisi tersebut diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan terhadap produk makanan siap saji, perlengkapan ibadah, produk kesehatan, hingga berbagai layanan pendukung lainnya.
“Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemasok utama produk halal di Arab Saudi, baik untuk kebutuhan masyarakat lokal maupun jamaah internasional. Namun, Indonesia juga menghadapi persaingan dari negara ASEAN lain seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam,” ujar Zulvri.
Selain sektor halal, peningkatan partisipasi perempuan di dunia kerja Arab Saudi yang kini mencapai 35 persen turut membuka pasar baru. Zulvri melihat peluang bagi produk perawatan kulit, modest fashion untuk kebutuhan kerja, hingga layanan profesional yang menyasar konsumen perempuan.
Di sisi lain, pembangunan besar-besaran yang tengah berlangsung di Arab Saudi juga membuka peluang ekspor produk industri Indonesia. Pemerintah Arab Saudi saat ini mengembangkan berbagai proyek strategis seperti kota pintar, kawasan industri, serta infrastruktur pariwisata.
Pada sektor hunian, tingkat kepemilikan rumah di Arab Saudi telah mencapai 66,24 persen. Kondisi tersebut diperkirakan akan meningkatkan permintaan terhadap furnitur kayu, produk dekorasi interior, serta bahan bangunan yang dapat dipenuhi oleh industri Indonesia.
[Redaktur: Jupriadi]