Melalui strategi ini, unit bisnis yang memiliki tumpang tindih aktivitas akan digabungkan agar struktur perusahaan menjadi lebih efisien.
Selain itu, bisnis yang tidak berkaitan langsung dengan sektor inti telekomunikasi dan digital juga akan dilepas.
Baca Juga:
Refleksi Satu Tahun Danantara, PLN Turut Dukung Program Pendidikan bagi Generasi Masa Depan
Dengan demikian, Telkom dapat lebih fokus pada penguatan bisnis inti dan menghindari struktur grup yang terlalu kompleks.
Dalam kerangka transformasi tersebut, Telkom juga memperkuat posisinya sebagai strategic holding yang berperan sebagai pengendali arah strategis perusahaan.
Sementara itu, aktivitas operasional akan dijalankan oleh entitas operating company yang menjadi penggerak utama di setiap lini bisnis.
Baca Juga:
Telkom Hadirkan Wifi Gratis di 476 Titik Strategis Selama Musim Mudik Lebaran 2025
Empat pilar utama yang akan menjadi mesin pertumbuhan Telkom ke depan meliputi B2C Business, B2B IT Services, Digital Infrastructure, serta International Business.
Sejalan dengan agenda transformasi tersebut, salah satu anak perusahaan Telkom yakni PT Multimedia Nusantara atau TelkomMetra juga melakukan langkah strategis.
TelkomMetra menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat atau Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) sebagai tahap menuju divestasi penuh PT Administrasi Medika atau AdMedika beserta entitas anaknya TelkoMedika kepada Fullerton Health.