Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan penguatan MIND ID dapat memberikan efek berganda yang luas terhadap pengembangan kawasan industri dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, keberhasilan hilirisasi sektor pertambangan akan memperkuat konektivitas ekonomi nasional yang pada akhirnya mendukung pembangunan kawasan aglomerasi modern, termasuk penguatan ekosistem industri dan logistik di wilayah Jabodetabekjur yang menjadi pusat aktivitas ekonomi nasional.
Baca Juga:
Sahroni Buka Suara soal RUU Polri, Singgung HAM dan Tembakan Terukur untuk Begal
"Dalam perspektif aglomerasi, hilirisasi tidak berhenti di kawasan tambang. Hilirisasi akan menciptakan jaringan industri, logistik, teknologi, pembiayaan, hingga pasar tenaga kerja yang saling terhubung. Karena itu penataan MIND ID memiliki dampak strategis yang jauh lebih besar dibandingkan hanya perubahan struktur organisasi perusahaan," katanya.
Lebih lanjut, Tohom menilai agenda hilirisasi yang didukung tata kelola korporasi yang sehat akan menjadi salah satu pilar penting dalam mencapai target Indonesia Emas 2045 karena mampu mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.
Ia berharap proses penataan yang dilakukan BP BUMN dan Danantara dapat berjalan konsisten serta menghasilkan holding pertambangan yang semakin kuat, profesional, transparan, dan mampu menjadi motor penggerak industrialisasi nasional yang berkelanjutan.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Percepatan Energi Terbarukan, PLN Dinilai Siap Hadapi Tekanan Kurs dan Harga Minyak
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.