Dalam pertemuan itu, ekonomi anggota APEC juga menyepakati pentingnya pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk mendukung perdagangan dan rantai pasok, termasuk melalui penguatan keamanan, pengembangan kapasitas, serta pertukaran pengalaman antarekonomi.
Indonesia menilai transformasi digital dan transisi hijau dapat menjadi peluang baru untuk meningkatkan perdagangan dan investasi kawasan.
Menurut Roro, teknologi digital termasuk AI akan semakin berperan dalam meningkatkan efisiensi perdagangan lintas batas dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital.
Baca Juga:
Kapolda Jambi Pimpin Apel Kebangsaan Sabuk Kamtibmas, Perkuat Sinergi Ciptakan Kota Jambi Aman dan Kondusif
“Transformasi digital dan transisi hijau perlu didukung melalui kerja sama yang inklusif dan berorientasi pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas, termasuk oleh negara berkembang dan UMKM,” ujarnya.
Indonesia juga terus mendorong pengembangan ekonomi hijau melalui penguatan hilirisasi industri, pengembangan ekosistem kendaraan listrik, serta dukungan terhadap perdagangan barang dan jasa ramah lingkungan.
Di akhir pertemuan, para Menteri Perdagangan APEC menyepakati 2026 APEC MRT Joint Statement atau Suzhou Statement yang menegaskan komitmen implementasi Putrajaya Vision 2040 dan penguatan sistem perdagangan global yang terbuka, berbasis aturan, serta saling terhubung.
Baca Juga:
Misi Dagang RI di Shanghai Bukukan Potensi Transaksi Rp1,55 Triliun
Kesepakatan tersebut juga mencakup penguatan agenda Free Trade Area of the Asia-Pacific (FTAAP), kerja sama perdagangan digital, perluasan partisipasi UMKM dalam ekonomi digital, hingga penguatan kerja sama lingkungan termasuk penanganan penangkapan ikan ilegal dan pembalakan liar di kawasan Asia-Pasifik.
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.