"Sementara kami tidak mempunyai hak untuk mendukung rakyat kami dan orang-orang yang kami cintai di Palestina dan wilayahnya?" ungkap Qassem.
Serangan tersebut juga muncul usai serangan Israel menewaskan tiga anak-anak dan sang nenek di Lebanon selatan.
Baca Juga:
Hamas Minta Iran Tidak Menyerang Negara Tetangga
"Perlawanan akan memberikan respons ganda terhadap setiap agresi yang menargetkan warga sipil," kata anggota parlemen Hizbullah Ali Fayyad saat pemakaman empat korban itu.
Pihak berwenang Lebanon sebelumnya mengatakan serangan Israel menghantam mobil yang ditumpangi keluarga tersebut pada akhir pekan lalu.
Militer Israel sementara itu, menyatakan pasukan mereka menyerang kendaraan yang "diidentifikasi sebagai angkutan yang diduga teroris."
Baca Juga:
Indonesia Siap Kirim 20.000 Prajurit ke Gaza, Tapi Akhirnya Hanya 8.000! Ini Alasannya
Perbatasan Israel-Lebanon bergejolak saat pasukan Zionis perang dengan milisi di Palestina, Hamas sejak 7 Oktober.
Dalam pidato perdana sejak perang pecah, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah mengatakan milisi ini ingin segera menghentikan perang di Gaza.
"Kita harus mengakhiri perang di Gaza. Yang kedua, perjuangan perlawanan di Gaza khususnya Hamas untuk meraih kemenangan," kata Nasrallah.