Penyebab Kekeliruan Identifikasi
Saat kejadian, Iran dan Irak tengah berperang dalam konflik berkepanjangan yang mempengaruhi jalur pelayaran di Teluk Persia.
Baca Juga:
Darurat Sosial, 80 Persen Anak Indonesia Tumbuh Tanpa Intervensi Ayah
Amerika Serikat, yang mengerahkan kapal-kapal perangnya di kawasan itu untuk melindungi jalur minyak, mengizinkan kapal-kapalnya untuk mengambil tindakan sendiri dalam menghadapi potensi ancaman.
USS Vincennes, yang dikomandoi oleh Kapten William C. Rogers III, hari itu terlibat dalam kontak bersenjata dengan kapal-kapal Iran.
Rogers dikenal dengan pendekatan agresifnya, bahkan disebut-sebut mengabaikan perintah untuk mengubah haluan dan malah terus mengejar kapal musuh.
Baca Juga:
Miris, Jutaan Lansia Indonesia Masih Bekerja di Usia Senja demi Bertahan Hidup
Ketika radar kapal mendeteksi keberadaan Iran Air 655 yang lepas landas dari Bandar Abbas—bandara yang digunakan baik untuk kepentingan sipil maupun militer—timbul kebingungan mengenai jenis pesawat tersebut. Akhirnya, kru di USS Vincennes menyimpulkan bahwa pesawat itu adalah jet tempur F-14 milik Iran.
Setelah tidak menerima respons atas beberapa peringatan yang dikirim melalui saluran militer, USS Vincennes mengambil keputusan fatal: menembakkan dua rudal yang berujung pada kehancuran pesawat komersial itu di udara.
Investigasi dan Temuan AS