"Mereka benar-benar bodoh," cetusnya.
Situasi politik domestik Amerika Serikat pun semakin memanas seiring meningkatnya ketegangan antara pemerintah dan masyarakat sipil.
Baca Juga:
ALPERKLINAS: Kampanye Green Future Powered Today PLN Dorong Konsumen Hidup Lebih Modern
Selain pernyataan kontroversial, Trump juga mengungkap kemungkinan langkah strategis yang lebih jauh dengan mempertimbangkan penguasaan Pulau Kharg di Iran.
Pulau tersebut dikenal sebagai pusat utama ekspor minyak mentah Iran yang memiliki nilai strategis tinggi dalam peta energi global.
"Mungkin kita akan merebut Pulau Kharg, mungkin juga tidak, kita punya banyak pilihan," kata Trump.
Baca Juga:
Podcast Sang Mantan: Nikson Nababan Beberkan Kisah Haru di Balik Cintanya pada Tapanuli Utara
Pernyataan itu memperkuat spekulasi bahwa rencana tersebut bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari strategi geopolitik yang tengah dipertimbangkan secara serius.
"Itu juga berarti kita harus berada di sana untuk sementara waktu, saya rasa mereka tidak memiliki pertahanan yang kuat, kita bisa merebutnya dengan sangat mudah," tambahnya.
Di lapangan, Amerika Serikat dilaporkan telah mengerahkan ribuan personel militer ke kawasan Timur Tengah, termasuk pasukan Marinir dan Divisi Lintas Udara ke-82.