Kapal perang USS Tripoli juga disebut telah tiba dengan membawa tambahan kekuatan militer guna memperkuat posisi AS di kawasan tersebut.
Di sisi lain, aksi protes No Kings terus meluas dengan partisipasi jutaan warga yang menilai kebijakan Trump telah menempatkan Amerika Serikat pada posisi yang keliru dalam sejarah.
Baca Juga:
Polda NTT Kerahkan Kekuatan Penuh untuk Amankan Ibadah Paskah
Para demonstran menyebut langkah invasi terhadap Iran demi minyak sebagai tindakan yang berbahaya dan tidak mencerminkan nilai demokrasi.
Aksi ini tidak hanya digerakkan oleh mahasiswa dan aktivis, tetapi juga melibatkan selebritas serta tokoh publik yang ikut menyuarakan kekhawatiran terhadap tren otoritarianisme.
Meski Gedung Putih berupaya mengecilkan arti aksi tersebut, para pengamat menilai skala demonstrasi yang mencapai lebih dari 3.000 titik di seluruh Amerika Serikat menjadi sinyal kuat ketidakpuasan publik.
Baca Juga:
IKIP 2026 Ditiadakan, KI Tegaskan Transparansi Tak Boleh Surut
Gerakan No Kings kini dianggap sebagai indikator nyata meningkatnya kemarahan masyarakat terhadap arah kebijakan pemerintahan Trump.
Sementara itu, sumber-sumber keamanan menyebut bahwa Pentagon telah menyiapkan skenario detail terkait kemungkinan pengerahan pasukan darat ke Iran.
Komando Pusat AS juga mengonfirmasi bahwa sekitar 3.500 personel tambahan telah tiba di Timur Tengah sebagai bagian dari penguatan militer.