Diumumkan melalui Truth Social oleh Presiden AS Donald Trump, kematian tersebut langsung memicu reaksi global.
“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, sudah mati,” tulisnya.
Baca Juga:
Ledakan Dahsyat di Teheran, Ahmadinejad Gugur dalam Serangan Gabungan Israel-AS
Pernyataan itu disampaikan Trump sembari menyebut momen tersebut sebagai peluang perubahan bagi rakyat Iran.
“Ini adalah kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka.”
Disebut sebagai “operasi udara paling mematikan, paling kompleks, dan paling presisi dalam sejarah” oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, serangan tersebut diklaim telah dirancang dengan detail tinggi.
Baca Juga:
Laut dan Darat Jadi “Kuburan”, Rudal Iran Gempur USS Abraham Lincoln
Amerika Serikat, lanjutnya, tidak memulai konflik tetapi siap mengakhirinya dengan kekuatan penuh.
“Amerika Serikat tidak memulai konflik ini, tetapi kami akan mengakhirinya. Jika Anda membunuh atau mengancam warga Amerika di mana pun di dunia — seperti yang telah dilakukan Iran — maka kami akan memburu Anda, dan kami akan membunuh Anda.”
Kematian Khamenei disebut sebagai pukulan paling berat terhadap rezim Iran sejak Revolusi 1979 yang membawa para Ayatollah berkuasa.